Tuesday, December 9, 2008

Renungan Harian - "TUJUAN HIDUP"

Bacaan Setahun : Kolose 1-4
Nats : Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33)

TUJUAN HIDUP
Bacaan : Matius 6:25-34


Mungkin kita masih ingat sebuah lagu Sekolah Minggu yang syairnya berkata, "Apa yang dicari orang? Uang! Apa yang dicari orang siang malam pagi petang? Uang, uang, uang, bukan Tuhan Yesus". Ya, uang. Sudah sekian lama uang menjadi tujuan utama yang dicari manusia semasa hidup di dunia ini. Orang bekerja keras dan memeras keringat hanya untuk uang. Sampai muncul istilah "dengan uang semua bisa diselesaikan".

Manusia rela melakukan apa saja demi uang. Mulai dari yang bekerja lembur siang malam, menggaruk-garuk tempat sampah, menjual baju bekas, atau apa saja, bahkan sampai menjual anak hanya demi uang. Rasanya uang sudah menjadi segala-galanya bagi manusia. Uang bisa mengalahkan keluarga, bahkan Tuhan dalam hidup manusia. Memang benar, uang sudah menjadi tujuan hidup manusia.

Ketika Tuhan berbicara supaya kita jangan kuatir akan kebutuhan hidup termasuk uang, bukan berarti Dia menyuruh kita untuk tidak bekerja. Tuhan tidak menyuruh kita hanya ongkang-ongkang kaki dan menanti berkat Tuhan turun dari langit. Sebab Tuhan sendiri menentang kemalasan (Amsal 6:6). Namun, di sini kita diingatkan bahwa yang seharusnya menjadi tujuan utama hidup manusia bukan uang, melainkan Tuhan. Mengapa? Karena Tuhanlah sumber dari segala sesuatu, termasuk apa yang kita butuhkan.

Manakala manusia kehilangan tujuan utama dalam hidup, maka manusia akan kehilangan arah. Dan ketika manusia kehilangan arah, maka kekuatiran hiduplah yang akan timbul. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk kembali ke tujuan utama hidup yang sudah Allah tetapkan -RY

TUJUAN YANG SALAH AKAN MEMBUAT KITA

KEHILANGAN BANYAK HAL YANG BERARTI DI DALAM HIDUP

Renungan Harian - "Mengucap Syukur Senantiasa"

Mengucap Syukur Senantiasa



Baca: 1 Tesalonika 5:15-22

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5:18

Salah satu hal yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan orang percaya adalah mengucap syukur. Pada umumnya seseorang akan dengan mudah mengucap syukur oleh karena menerima sesuatu yang baik: berkat materi, kenaikan jabatan (promosi), memiliki anak (keturunan), lulus ujian atau pun terhindar dari malapetaka. Tetapi bila keadaan yang kita alami adalah sebaliknya: sakit yang tak kunjung sembuh, gagal diterima kerja, kena PHK, terlilit hutang, toko bangkrut, belum ketemu jodoh, adakah ucapan syukur itu keluar dari mulut kita? Namun Tuhan mengajar kita untuk mengucap syukur dalam segala hal, bukan pada waktu-waktu tertentu (musiman), atau tergantung mood, tetapi di segala keadaan, baik suka maupun duka. Bisakah?
Sebagai umat yang telah ditebus dan diselamatkan dari hukuman dosa serta beroleh janji-janji Tuhan, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Kenyataannya banyak orang Kirsten yang lali mengucap syukur walaupun telah menerima pertolongan dan juga berkat dari Tuhan. Dalam Lukas 17:11-19 ada sepuluh orang kusta yang telah disembuhkan Tuhan Yesus. Kesepuluh orang itu mengalami persoalan yang sama yaitu sakit kusta dan mereka mengambil langkah yang benar yaitu datang kepada Yesus. Akhirnya semuanya menjadi tahir. Arti kata ‘tahir’ adalah bersih. Jadi tubuh yang kena kusta itu telah menjadi bersih. Namun selanjutnya dari antara mereka yang telah disembuhkan hanya ada satu orang yang kembali kepada Yesus, tersungkur lalu mengucap syukur, sedangkan sembilan lainnya langsung ngacir (kabur) dan tidak kembali. Jadi hanya sepuluh persen yang tahu berterima kasih.
Bukankah ini juga terjadi dalam kehidupan kekristenan? Kita sudah banyak ditolong Tuhan, disembuhkan dari sakit, dipulihkan rumah tangga dan bisnisnya, tetapi kita say goodbye kepada Dia. Lalu kita menganggap bahwa keberhasilan, kekuatan dan kesehatan yang kita alami adalah hasil usaha sendiri, bukan karena campur tangan Tuhan. Sadarilah bahwa segala sesuatu yang kita alami adalah karena anugerah Tuhan semata! Oleh karena itu, bersyukurlah!

Jangan lupakan kebaikanNya, karena di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa apa!

Miri Christmas Parade 2008







Tarikh : 06 Dec 2008
Tempat : Miri City Fan

Di mulakan dengan Praise & worship di ketuai Pastor Rosita. Cuaca yang sungguh baik di berikan oleh Tuhan.. Tak sabar rasa nya nak memulakan perjalanan mengelilingi bandar miri.. . . Semua gereja tak kira SIB, Anglican dan banyak lagi bersama sama dalam perarakan ini, berjalan sambil berdoa agar Miri terus diberkati Tuhan. Dengan sukacita bernyanyi dan menari bagi sang Raja.. Memberitakan tak lama lagi kita akan menyambut hari kelahiran Juruselamat kita Yesus Kristus..Dan pasti banyak jiwa jiwa akan diselamatkan dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.. He is so Great.. Awesome God.. King of Kings .. He is Jesus Christ..

Selamat Hari Natal dan Tuhan memberkati..

Wednesday, December 3, 2008

Renungan Harian - "ANAK TUHAN PETAK UMPET"

Bacaan Setahun : Galatia 1-3
Nats : Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga (Matius 5:16)

ANAK TUHAN PETAK UMPET
Bacaan : Matius 5:14-16


Hampir semua dari kita mengenal sebuah permainan anak-anak yang namanya petak umpet. Dalam permainan tersebut, setiap pemain harus bersembunyi sedemikian rupa hingga tak bisa ditemukan oleh pemain yang lainnya. Semakin pintar ia bersembunyi maka semakin hebatlah si pemain. Namun, tidak demikian dengan kekristenan. Orang kristiani tidak dipanggil untuk sembunyi, tetapi untuk tampil. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita adalah terang dunia. Terang itu harus tampak atau tampil, tidak boleh disembunyikan. Masalahnya apa yang harus ditampilkan? Tuhan Yesus menjelaskan lebih lanjut bahwa yang harus ditampilkan oleh orang kristiani bukan perhiasan salib yang menempel di kalung, mobil mewah, atau hal-hal yang berkenaan dengan materi, melainkan kebaikan hati atau perbuatan baik.

Menampilkan perbuatan baik bukanlah untuk pamer supaya orang lain melihat kita baik dan dermawan, melainkan kemuliaan Tuhanlah tujuannya. Dalam ayat 16 dikatakan dengan jelas "supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga". Perkataan ini dengan jelas menyatakan bahwa kita melakukan perbuatan baik bukan untuk kemuliaan diri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan.

Banyak orang kristiani dikenal baik hanya ketika ia di gereja. Namun, tidak demikian jikalau ia berada di luar gereja. Itulah sebabnya mengapa golongan ini disebut golongan anak Tuhan petak umpet. Kehadirannya sebagai terang tidak tampak karena ia bersembunyi dengan baik. Padahal yang Tuhan Yesus inginkan adalah terang itu tampak dan diketahui banyak orang -RY

JANGAN LETAKKAN TERANG DI BAWAH GANTANG

TETAPI DI ATAS KAKI DIAN