Tuesday, December 9, 2008

Renungan Harian - "Mengucap Syukur Senantiasa"

Mengucap Syukur Senantiasa



Baca: 1 Tesalonika 5:15-22

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5:18

Salah satu hal yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan orang percaya adalah mengucap syukur. Pada umumnya seseorang akan dengan mudah mengucap syukur oleh karena menerima sesuatu yang baik: berkat materi, kenaikan jabatan (promosi), memiliki anak (keturunan), lulus ujian atau pun terhindar dari malapetaka. Tetapi bila keadaan yang kita alami adalah sebaliknya: sakit yang tak kunjung sembuh, gagal diterima kerja, kena PHK, terlilit hutang, toko bangkrut, belum ketemu jodoh, adakah ucapan syukur itu keluar dari mulut kita? Namun Tuhan mengajar kita untuk mengucap syukur dalam segala hal, bukan pada waktu-waktu tertentu (musiman), atau tergantung mood, tetapi di segala keadaan, baik suka maupun duka. Bisakah?
Sebagai umat yang telah ditebus dan diselamatkan dari hukuman dosa serta beroleh janji-janji Tuhan, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Kenyataannya banyak orang Kirsten yang lali mengucap syukur walaupun telah menerima pertolongan dan juga berkat dari Tuhan. Dalam Lukas 17:11-19 ada sepuluh orang kusta yang telah disembuhkan Tuhan Yesus. Kesepuluh orang itu mengalami persoalan yang sama yaitu sakit kusta dan mereka mengambil langkah yang benar yaitu datang kepada Yesus. Akhirnya semuanya menjadi tahir. Arti kata ‘tahir’ adalah bersih. Jadi tubuh yang kena kusta itu telah menjadi bersih. Namun selanjutnya dari antara mereka yang telah disembuhkan hanya ada satu orang yang kembali kepada Yesus, tersungkur lalu mengucap syukur, sedangkan sembilan lainnya langsung ngacir (kabur) dan tidak kembali. Jadi hanya sepuluh persen yang tahu berterima kasih.
Bukankah ini juga terjadi dalam kehidupan kekristenan? Kita sudah banyak ditolong Tuhan, disembuhkan dari sakit, dipulihkan rumah tangga dan bisnisnya, tetapi kita say goodbye kepada Dia. Lalu kita menganggap bahwa keberhasilan, kekuatan dan kesehatan yang kita alami adalah hasil usaha sendiri, bukan karena campur tangan Tuhan. Sadarilah bahwa segala sesuatu yang kita alami adalah karena anugerah Tuhan semata! Oleh karena itu, bersyukurlah!

Jangan lupakan kebaikanNya, karena di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa apa!

No comments: